When Tomorrow Comes, a novel by Peter O’Connor

Posted: December 7, 2011 in Review
Tags: , ,

Hidup terdiri atas serangkaian momen
Bagaimana kita memilih untuk melewatkan momen-momen ini
Dan bermakna tidaknya kenangan-kenangan itu,
Inilah yang memberi arti bagi hidup kita


When Tomorrow Comes

Novel karangan Peter O’Connorini adalah salah satu novel yang mampu menarik hati saya. Ceritanya cukup pendek sebenarnya, tetapi motivasi-motivasi yang ada di dalamnya tak henti membuat saya tersenyum membacanya. Dan yah, sedikit banyak saya juga terpengaruh oleh ‘perkataan=perkataan’ Joseph, seorang kakek tua yang telah mengisi hidupnya dengan petualangan-petualangan ke berbagai tempat. Satu hal yang dipegang teguh olehnya adalah bahwa yang penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan hidup yang bagaimana yang telah kita jalani.

Hanya sedikit hal yang pasti dalam hidup ini, tapi berdasarkan pengalaman ada satu hal yang pasti, yaitu waktu yang kita buang tak mungkin diperoleh kembali

Itulah perkataannya saat membujuk cucunya, Sarah, untuk ikut bersamanya menempuh petualangan terakhirnya melihat gerhana matahari total. Joseph yang kini hanya terbaring di rumah sakit karena kanker yang menggerogoti tubuhnya itu sangat ingin melihat fenomena yang sudah 4 kali gagal ia lihat secara langsung itu, dan gerhana matahari ini adalah kesempatan terakhirnya karena ia tau umurnya sudah tak lama lagi. Tapi Sarah menolak. Ia tak mau meninggalkan pekerjaannya. Meskipun dalam hatinya ia ingin menuruti permintaan kakeknya itu, dan meskipun sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya ia masih memendam cita-cita masa kecilnya, berkeliling dunia sebagai fotografer National Geographic.

Kalau separuh hidupmu harus dihabiskan untuk bekerja, untuk apa kau melakukan pekerjaan yang tidak kau sukai, yang tidak memberimu kepuasan?

Setelah Sarah membaca buku harian kakeknya -yang mencatat seluruh perjalanan yang pernah dilakukannya- serta mendengar bagaimana awal mula kakeknya mulai bertualang, ia pun berubah pikiran. Sarah tak mau lagi membiarkan ayahnya mendiktekan hidupnya, dan memilih untuk mengikuti keinginan hatinya. Dan akhirnya Joseph dan Sarah memulai perjalanan mereka ke Australia Selatan, tempat gerhana matahari total itu bisa disaksikan. Dalam perjalanan itu Sarah mengunjungi berbagai tempat, dan mengetahui lebih banyak cerita tentang kakeknya. Semua itu semakin menguatkannya untuk berubah, untuk melakukan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan.

Gerhana matahari itu tinggal beberapa hari ketika akhirnya Joseph collapse dan harus dilarikan ke rumah sakit. Permohonan terakhirnya adalah meminta Sarah pergi untuk melihat gerhana matahari total itu, mengabadikannya dalam foto, dan menceritakan bagaimana fenomena itu berlangsung padanya. Dengan berat hati, Sarah meninggalkan kakeknya di rumah sakit dan melanjutkan perjalanannya. Dan setelah melihat langsung fenomena alam nan langka itu secara langsung, terhapus sudah semua keraguan maupun penyesalannya telah meninggalkan pekerjaannya. Ia sama sekali tak menyesal ikut pergi bersama kakeknya. Sayangnya kakeknya tak bisa melihatnya…

Novel ini bukan novel baru. Gramedia Pustaka menerbitkannya tahun 2006, sedangkan versi aslinya terbit tahun 2004. Saya aja nemunya di toko buku bekas. Eh, bukan bekas juga sih, masih ada segelnya, tapi buku-buku lama gitu, haha. Novel versi terbitan gramed ini ada B-sidenya lho, yaitu Seeking Daylight’s End yang juga karangan Peter O’Connor. Ceritanya dengan tokoh utama seekor elang juga penuh motivasi untuk selalu melakukan apa yang kita inginkan, dan tak membiarkan ketakutan akan ketidaktahuan membelenggu kita. Menurut saya, pokoknya buku ini bagus banget sebagai penambah motivasišŸ˜€

Kejarlah lebih dari sekedar kenyamanan hidup.
Gapailah bintang-bintang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s