C.M.B dan Q.E.D

Posted: August 7, 2011 in manga
Tags: , , , ,

Dua judul manga itu mungkin tidak terlalu dikenal layaknya Detektif Conan atau Naruto, tapi buat saya dua manga itu patut diacungi jempol. Dua-duanya adalah manga karya Motohiro Katou-sensei yang mengangkat cerita detektif. Well, berbeda dengan Conan yg memang terang-terangan menyatakan diri sebagai detektif, tokoh ciptaan Motohiro-sensei hanya memecahkan masalah jika diminta bantuan.

Q.E.D -Shoumei Shoryo- bercerita tentang seorang pemuda bernama Sou Toma yg telah lulus MIT tapi memilih kembali memasuki SMA di Jepang. Toma cenderung pendiam dan penyendiri, karena toh siswa yg lain menganggapnya aneh. Dan ia juga pernah dikeluarkan dari kelas karena menyangkal pencoba membetulkan penjelasan gurunya yg salah, haha. Satu-satunya teman dekatnya adalah Mizuhara Kana, putri seorang inspektur polisi yg jago bela diri, tipe gadis yg mengandalkan otot daripada otak๐Ÿ˜€ Dia keras kepala dan akan cenderung nekat untuk mencari tahu jawaban dari suatu masalah, yg akhirnya memaksa Toma untuk turun tangan memecahkannya. Dan berbeda dari komik detektif biasa yg hanya berkisar seputar trik dan kode, manga ini menjadikan matematika dan fisika sebagai dasarnya. Berbagai rumus dan teori yg memusingkan kepala dapat ditemui di manga ini๐Ÿ˜„ Yah, kan hitung-hitung baca komik sambil belajar, haha. Sebagian kasus di manga ini datang dari teman Toma di MIT atau para profesor kenalannya, dan sebagian lagi berasal dari hal-hal yg terjadi di sekitarnya. Yang pasti ga jauh-jauh dari sains kasusnya, hehe. Well, mungkin manga ini tergolong cukup berat, tapi kekocakan Kana menjadi satu selingan tersendiri. Bagi yg demen sains, manga ini bisa jadi referensi bagus. Oh ya, Q.E.D itu singkatan dari Quod Erat Demonstrandum, suatu ungkapan yg biasa ditulis di akhir penjelasan matematis…

Berbeda dengan Q.E.D yg bertemakan fisikan dan mat, C.M.B -Shinra no Hakubutsukan- bertemakan sejarah dan biologi. Tokohnya adalah seorang bocah 10 tahunan bernama Shinra Sakaki yg memiliki sebuah museum. Yah, museum aneh yg cara masuknya harus manjat pohon dulu karna pintu masuk aslinya tertutup bangunan baru๐Ÿ˜„ Si Shinra ini pemilik 3 cincin C.M.B yg menjadi lambang para ahli dari British Museum. Biasanya cincin itu diwariskan kepada murid yg dianggap paling hebat, dan dia mewarisi ketiganya dari ‘para ayah’ yaitu 3 orang bijak British Museum yg mengasuhnya dan mengajarinya berbagai hal di sebuah kastik kecil di tepi sungai. Orang yg memegang cincin itu mampu mengakses berbagai informasi dan mendapat dana penelitian yg tak terbatas, hingga tak sedikit orang yg menginginkannya. Beberapa orang telah menantangnya, tapi akhirnya mereka bertekuk lutut dan mengakui kehebatannya. Walaupun masih seumuran anak SD tapi dia mampu menyelesaikan tes masuk SMA Seiyu dgn nilai fisika, kimia dan matematika setara anak SMA, sejarah, biologi dan geografi setara universitas, serta mampu menguasai 5 bahasa dgn fasih. Meskipun begitu, dia sangat helpless kalau menyangkut pengetahuan yg ‘umum’ maupun hubungan sosial. Masa mau buka kaleng softdrink aja pakai las?๐Ÿ˜„ Dan dia ini ternyata sepupu Toma! Ckckck. Kalau Toma punya Kana sebagai partner, Shinra punya Nanase. Di sekolah gadis itu berusaha menjadi nona baik-baik, tapi kekuatannya bisa menyamai monster~
Dan Shinra hampir tidak pernah mau menyelesaikan kasus secara cuma-cuma, dia akan menagih ‘tiket masuk’. Eits, bukan uang! Biasanya dia akan meminta barang yg menarik perhatiannya, atau hanya sekedar meminta orang itu datang ke museumnya, atau kadang minta ditraktir. Yah gimanapun dia cuma anak kecil yg polos, haha. “Saya akan mengantar Anda ke Wunderkammer” itulah kata-kata khasnya setelah menyepakati ‘bayaran’nya. Dan yg dimaksud Wunderkammer adalah lemari-lemari pajangan yg berisi berbagai benda unik di museumnya, dan juga berarti ia akan menjelaskan kasusnya hingga tuntas. Ibunya yg sudah meninggal adalah seorang arkeolog, sedangkan ayah kandungnya tidak diketahui. Dan seperti Q.E.D, manga ini juga berisi berbagai pengetahuan yg menarik dan mendidik. Hal ini membuktikan bahwa membaca manga itu tidak hanya buang-buang waktu dan bahwa isinya bukanlah hal-hal negatif!๐Ÿ˜„

Shinra dan Toma pernah bertemu saat menangani kasus di Mesir, yaitu di Q.E.D volume 28 dan C.M.B volume 6. Sempat juga Toma dikisahkan mampir ke museum Shinra di Tokyo saat tahun baru di C.M.B 11, sayangnya Shinra lagi ga ada di museumnya, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s